Gresik-Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) ) yang berisi sekelompok mahasiswa STTQ Bungah punya cara yang lain
dalam mereflesikan peringatan HUT RI ke-70 Kemerdekaan, kemarin (17/8/2015).
Mereka melakukan aksi di seputaran Alun-Alun kota Madiun, tapi itu bukan aksi
demonstrasi melainkan aksi bagi-bagi bunga dan selebaran yang berisi seruan
makna kemerdekaan yang seharusnya.
Mereka membagikan bunga dan
selebaran tersebut kepada para warga yang berkendaraan dan sebagian besar
masyarakat yang menyaksikan upacara detik-detik proklamasi di Lapangan
Alun-Alun Bungah.
Mereka menyatakan salah satu
makna kemerdekaan di usianya yang ke-70, hakikatnya dapat menentukan nasib
sendiri, kemandirian bangsa dan adanya jaminan kesejahteran bagi warga negara.
"Bunga meraah adalah sebagai salah satu simbol kepedulian kita pada
beberapa kondisi masyarakat saat ini," kata Ahmad Mujtahdin, KORLAP aksi,
kemarin.
Ditambahkan oleh Abdul Rozaqi
selaku Ketua Komisariat mengatakan “bahwa kita sebagai generasi penerus sudah
sepatutnya untuk mengenang jasa para pahlawan agar kita selalu ingat bagai mana
sulitnya pendahulu kita merebut kemerdekaan dari tangan penjajah”.
Dalam kondisi bangsa saat ini,
mereka menilai, banyak segi kehidupan berbangsa yang harus direflesikan.. Di
bidang politik, dinilai parpol belum mencerminkan suara rakyat mereka saat ini
lebih sibuk berkonflik internal. Di sisi politik plokal, pilkada juga belum
mencerminkan demokrasi dengan semangat tuk lebih berpihak pada rakyat. “Bung
Karno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai
jasa-jasa pahlawannya”, tambahnya, seperti tertuang dalam selebaran itu.
Selain membagi-bagikan bunga,
aktivis mahasiswa PMII Komisariat Evolution STTQ Bungah ini juga
membagi-bagikan Bendera dan selebaran yang berisi Pidato-pidato atau kata-kata
kemerdekaan kepada warga Bungah untuk mengingatkan dan mengajak kepada warga
agar selalu cinta tanah air.
|

0 komentar